Pasar Gede Harjonagoro - Bengawan Solo Hotel

Pasar Gede Harjonagoro Solo

by admin 07 January 2021

Pasar Gede Harjonagoro Solo merupakan pasar tradisional terbesar di Surakarta. Secara harfiah, pasar gede berarti pasar besar. Letak pasar ini di pusat kota, dekat dengan gedung balaikota solo. Kondisi bangunan masih terawat dan berdiri megah, walaupun usia pasar ini hampir 1 abad. Dibangun pada tahun 1927 dengan rancangan oleh arsitek belanda yaitu Herman Thomas Karsten.

Bangunan Pasar Gede Harjonagoro Solo memadukan unsur jawa, belanda dan tionghoa. Dikutip dari wikipedia,  Pasar Gede mulanya merupakan sebuah pasar kecil yang didirikan di area seluas 10.421 hektare, berlokasi di persimpangan jalan dari kantor gubernur yang sekarang berubah fungsi menjadi Balaikota Surakarta. Bangunan pasar selesai pembangunannya pada tahun 1930. Pasar ini diberi nama pasar gedhé atau “pasar besar” karena terdiri dari atap yang besar. Seiring dengan perkembangan masa, pasar ini menjadi pasar terbesar dan termegah di Surakarta. Pasar gede terdiri dari dua bangunan yang terpisahkan jalan yang sekarang disebut sebagai Jalan Sudirman. Masing-masing dari kedua bangunan ini terdiri dari dua lantai. Pintu gerbang di bangunan utama terlihat seperti atap singgasana yang kemudian diberi nama Pasar Gedhé dalam bahasa Jawa.

Arsitektur Pasar Gede merupakan perpaduan antara gaya Belanda dan gaya Jawa. Pada tahun 1947, Pasar Gede mengalami kerusakan karena serangan Belanda. Lalu Pemerintah Republik Indonesia yang kemudian mengambil alih wilayah Surakarta dan Daerah Istimewa Surakarta kemudian merenovasi kembali pada tahun 1949. Namun perbaikan atap selesai pada tahun 1981. Pemerintah indonesia mengganti atap yang lama dengan atap dari kayu. Bangunan kedua dari Pasar Gede, digunakan untuk kantor DPU yang sekarang digunakan sebagai pasar buah.

Pasar ini memiliki kemiripan dengan Pasar Beringharjo di Yogyakarta, yaitu sebagai pasar tradisional terbesar di wilayahnya, namun yang membedakan, pasar gede harjonagoro menjual bahan – bahan pokok atau sembako. Sedangkan pasar beringharjo lebih utama menjual pakaian, batik dll. Sebagai destinasi wisata, pasar gede menawarkan daya tarik tersendiri. Bagi mereka yang menginginkan jelajah bangunan kolonial, maka pasar gede dapat menjadi tujuan utama, daya pikat arsitektur yang masih berdiri kokoh sampai saat ini. Pun demikian dengan wisatawan dengan tujuan wisata kuliner, didalam pasar wisatawan dapat menemukan penjual makanan tradisional seperti cabuk rambak, nasi liwet, timlo, pecel dll. 

Pasar Gede Harjonagoro terletak di Jl Ahmad Yani, Jebres, Solo, sangat mudah untuk diakses karena letaknya berada di pusat kota. Anda dapat berkunjung menggunakan kendaraan umum seperti BST, becak, taksi maupun kendaraan pribadi. Dan apabila Anda berencana untuk berkunjung ke Kota Solo untuk keperluan bisnis ataupun  traveling, pastikan Anda dapat menginap di Bengawan Solo Hotel. Hotel dengan konsep perpaduan budaya luhur, keramahan serta pelayanan yang hangat dari seluruh staff.

Sumber gambar : pariwisatasolo